Berurutan di lini masa menampilkan tentang SPBU pertama untuk pengisian alat transportasi listrik, motor listrik siap meluncur di Jakarta, bis listrik buatan INKA, dan Market Capital Tesla sudah nomor satu di dunia. Apa artinya ?
Bagi saya pada saat membaca lintasan berita tersebut langsung ingat peristiwa masa kecil di desa. Saat itu saya tinggal bersama nenek. Beliau masih menggunakan kayu bakar dan tungku pembakaran bila memasak. “Semprong” adalah salah satu alat andalannya. Rempong banget mempersiapkannya. Jika malam tiba kami menyalakan Petromax bahan bakarnya minyak tanah. Hiburan TV masih menggunakan aki, tiap tiga hari aki tersebut diisi kembali dayanya. Bila kami ingin terus menyalakan TV maka harus memiliki dua aki. Satu aki diisi daya dan satunya digunakan.
Dari energi kayu bakar, minyak tanah, dan aki tersebut kemudian kami kaget sekaligus senang saat desa kami dialiri listrik. Rumah kami menjadi terang, desa pun memiliki energi untuk bergerak dimalam hari. Kehidupan kami berubah. Kami sudah tidak menggunakan petromax dan aki. Tetapi untuk memasak kami masih menggunakan minyak tanah. Disisi lain, kasihan juga pemilik usaha pengisian aki. Dia bangkrut. Toko langganan kami saat membeli lampu petromax juga berganti Haluan menjadi menjual bola lampu dan neon. Hari ini minyak tanah sebagai energi untuk memasak kami ganti dengan gas.
Sekarang seperti dejavu. Perubahan sumber energi sedang terjadi. Tidak perlu membayangkan untuk skala makro, global, dunia. Cukup kita tengok sekeliling kita bila akhirnya semua energi minyak bumi dan derivatnya beralih kepada listrik. Mobil kita berbahan bakar minyak harus diubah -pelan tetapi pasti- menjadi mobil listrik. Pabrik mobil sebelumnya harus mengubah teknologinya. SDM nya harus belajar ulang supaya kompeten dengan situasi baru. Rantai bisnis bahan bakar minyak menjadi terputus tetapi menciptakan peluang bisnis baru yaitu rantai bisnis bahan bakar listrik. Pemilik Pom Bensin harus investasi ulang untuk membangun atau melakukan inovasi menjadi stasiun pengisian listrik. Para mekanik di pom tersebut yang semula sudah ahli bila terjadi gangguan teknis di pom bensin sekarang harus menata ulang kompetensiinya agar sesuai dengan kebutuhan dan keahlian trouble shooting stasiun pengisian listrik. Tenaga akunting di pom tersebut juga harus berbenah. Pola hidup dan kebiasaan customer pengguna motor atau mobil listrik juga berubah. Sales dan Marketing mobil harus menguasai product knowledge mobil listrik, insinyur mesin menambah keahliannya dibidang listrik atau derivatnya. Dan seterusnya. Intinya kita akan berubah.
Kompetensi kita akankah stagnan atau ikut berubah ?
Berubah atau ditinggal jaman dan akhirnya punah. Persiapkan diri kita dengan berbagai keahlian di dunia yang terus berbenah. Terus menatap kepada ekologis. Dunia yang semakin baik lingkungannya.
Sumber :
https://bisnis.tempo.co/read/1413390/berlokasi-di-jaksel-spbu-listrik-pertama-pertamina-mulai-operasi-hari-ini
https://oto.detik.com/oto-galeri/d-5139072/ini-motor-listrik-mirip-nmax-yang-bakal-dijual-di-indonesia-tahun-depan
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201021144013-384-561057/300-bus-listrik-buatan-inka-dipesan-kongo
https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200702152549-39-169747/geser-toyota-tesla-jadi-penguasa-otomotif-terbesar-di-dunia